• SMP NEGERI 9 YOGYAKARTA
  • Kami Datang Untuk Berprestasi

"Gempa 5,7 SR Guncang SPAB SMPN 9 Yogyakarta" Tim Siaga Bencana SMPN 9 Yogyakarta Siap! Sigap! Tanggap!

Jumat pagi, 24 April 2026, pukul 07.10 WIB. Udara di koridor SMP Negeri 9 Yogyakarta terasa seperti hari belajar pada umumnya. Buku terbuka, pena bergerak, dan suara guru menerangkan materi mengisi ruang kelas. Namun, tepat di menit ke-40, segalanya berubah dalam satu hentakan besar hadir diruangan. Pukul 07.50 tiba-tiba terjadi gempa dengan magnitude 5,7 SR dengan kedalaman 10 km pusat gempa di Kali Opak dengan durasi 58 detik. Kentongan dipukul berirama cepat, sirine melengking, dan lonceng darurat berbunyi serempak. Bukan bencana sungguhan yang datang, melainkan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) 2026 yang sengaja dirancang untuk menguji pengetahuan dan dan tindakan kesiap siagaan seluruh warga sekolah. Di balik teriakan peringatan itu, tersimpan tujuan yang mulia memastikan ketika alam benar-benar bergerak, tidak ada warga sekolah yang panik, karena semua sudah tahu harus berbuat apa.
 
 
Saat pengetahuan dan kesiapsiagaan bencana bertemu seiring gema peringatan tanda bahaya, Bapak Wahudi, S.Pd., selaku Wakil Kepala Kesiswaan Sekolah Kesiswaan dan komandan lapangan simulasi, memantau setiap sudut sekolah. Di dalam kelas, guru-guru dengan tenang mengarahkan siswa untuk seketika merunduk, berlindung di bawah meja, menjauhi kaca jendela, dan melindungi kepala. Di luar ruangan, siswa yang sedang berada di lapangan segera bergerak ke tengah area terbuka. Tidak ada jeritan histeris, hanya langkah terlatih dan napas yang dikendalikan. Inilah buah dari persiapan matang, kepanikan digantikan oleh prosedur yang sudah meresap menjadi budaya.

Begitu suara peringatan berhenti, peluit panjang berkumandang sebagai sinyal bahwa guncangan simulasi telah usai dan proses evakuasi dimulai. Siswa keluar ruangan dengan tertib, dimulai dari barisan terdekat pintu, berjalan cepat namun hati-hati tanpa saling mendorong, dan terus melindungi kepala. Jalur evakuasi yang telah dipetakan sebelumnya benar-benar hidup, Kelas 9D dan ruang AVA mengalir ke arah kantin lalu parkiran barat; ruang guru, TU, dan kelas 7-9 bagian tengah menuju lobi utama; sementara kelas di sisi timur dan utara memanfaatkan tangga 1 hingga 4 secara bergantian. Tim Evakuasi dan Tim Kesehatan bergerak paralel, memastikan tidak ada yang tertinggal atau tersandung.
 

Tepat di Jalan Beringin Putih, sebelah timur sekolah, titik kumpul resmi dibuka. Di sinilah napas lega pertama kali terdengar. Siswa dikelompokkan rapi berdasarkan kelas, mulai dari 7A di sisi paling utara hingga 9G di sisi paling selatan. Suasana tegang perlahan mencair menjadi kelegaan yang terstruktur. Tim Data dan Informasi segera bergerak melakukan absensi silang, sementara Tim Psikososial mulai mendekati siswa yang tampak masih terguncang, memberikan pendampingan awal agar kondisi emosional tetap stabil. Titik kumpul bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan ruang di mana ketertiban menyelamatkan nyawa.
 

Saat rekap data menunjukkan 22 siswa belum tercatat, komando langsung mengaktifkan skenario pencarian. Tim Evakuasi didukung Tim Kesehatan menyusuri koridor, ruang lab, dan area tersembunyi sesuai jalur terlampir. Di sinilah sisi humanis kegiatan ini benar-benar terasa. Beberapa siswa dengan tenang memerankan korban dengan simulasi luka ringan, sedang, dan berat. Mereka diletakkan di alas dengan riasan aman yang menandakan cedera, menunggu pertolongan. Tim Kesehatan segera melakukan triage, memberikan pertolongan pertama, dan menyiapkan rujukan simulasi ke Puskesmas Kotagede untuk "kondisi berat". Proses ini bukan teater, melainkan latihan empati dan kecepatan respons yang nyata.
 
 
 

Setelah seluruh simulasi berjalan sesuai skenario, terjadi serah terima komando resmi dari penanggung jawab lapangan kepada Kepala Sekolah, Bapak Agus Margono, M.Pd., yang turut hadir memberikan arahan mitigasi gempa secara komprehensif. Semua koordinator tim berkumpul, Logistik menyiapkan sarana prasarana, Keamanan mengamankan titik kumpul, Psikososial menenangkan warga sekolah, Kesehatan menjaga posko P3K, dan Evakuasi memastikan tidak ada sisa risiko. Protokol penjemputan orang tua dijalankan ketat, lapor ke satpam → konfirmasi ke ketua → wali kelas mengantar → data diupdate. Sekolah memutuskan KBM dihentikan dan siswa dipulangkan secara terkoordinasi.
 
"Kami Tak Lagi Takut, Kami Tahu Harus Bertindak" Pesan siswa yang telah mengikuti simulasi. "Awalnya deg-degan banget pas kentongan bunyi, tapi begitu ingat latihan, badan kita otomatis bergerak tanpa pikir panjang seperti ," ucap salah satu siswa kelas 8 yang memerankan korban luka sedang. Siswi lain menambahkan, "Seru dan bikin sadar. Ternyata evakuasi itu bukan lari-lari panik, tapi jalan cepat dengan perlindungan dan kepercayaan pada guru. Sekarang aku tahu kalau bencana datang, kami sudah punya peta selamat di kepala." Testimoni ini membuktikan bahwa SPAB bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan investasi ketenangan pikiran bagi generasi muda.

“Awalnya deg-degan karena terasa seperti kejadian sungguhan, apalagi ada teman yang jadi korban pak. Tapi dari sini saya jadi tahu harus bagaimana kalau terjadi gempa,” ungkap salah satu siswa (C).

“Kegiatannya seru tapi juga penting pak. Jadi kita tidak panik dan tahu langkah untuk menyelamatkan diri pas gempa.” Ujar siswi (K).

 
 Kesiapsiagaan ini tidak mungkin terwujud tanpa sinergi lintas elemen. Seluruh guru, staf tata usaha, satpam, hingga cleaning service bahu-membahu dalam setiap titik koordinasi. Lebih dari itu, SMPN 9 Yogyakarta menggandeng RT/RW setempat, BPBD Kota Yogyakarta, Polsek, serta Koramil Kotagede untuk memastikan simulasi berjalan realistis, aman, dan terukur. Dukungan mereka menegaskan bahwa mitigasi bencana adalah tanggung jawab kolektif, dan sekolah adalah garda terdepan dalam membangun budaya sadar risiko di masyarakat.
 
 
Keselamatan bukan kebetulan, melainkan kesiapan do'a dan usaha yang dilatih hari ini untuk pendidikan dihari esok yang lebih aman.

TIM SIAGA BENCANA SEKOLAH SIAP! SIGAP! TANGGAP!
SMPN 9 Yogyakarta! 
Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) 2026!  

Komentar

Selalu semangat , salam tangguh, utk selamat, Salam tngguh Spelanta " Kompak, Wani, Mrantasi"

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Jogja Punya Cerita, Spelanta Punya Budaya - Karnaval Peringatan HUT ke-270 Kota Yogyakarta 2026

Ada hari ketika sebuah kota tidak hanya dirayakan dengan angka, tetapi dengan langkah, gerak, suara, dan ingatan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Sejak dini hari Senin, 5 Okto

05/10/2026 14:20 - Oleh SMP Negeri 9 Yogyakarta - Dilihat 336 kali
Satu Bangsa, Satu Pancasila - Spelanta Berdiri Tegak Memperingati Hari Kesaktian Pancasila

Pada instansi pendidikan seperti spelanta lapangan bukan sekadar menjadi tempat berkumpul. Ketika Merah Putih berkibar, barisan berdiri tegak, dan Pancasila kembali dikenang, lokasi yan

02/10/2026 09:27 - Oleh SMP Negeri 9 Yogyakarta - Dilihat 279 kali
Memotret Kesiapan Belajar Kelas VII dengan Assessment General Check 2026

Pada Selasa–Rabu, 28–29 September 2026, seluruh siswa kelas VII mengikuti Assessment General Check yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpo

29/09/2026 11:07 - Oleh SMP Negeri 9 Yogyakarta - Dilihat 238 kali
Spelanta Bergerak, Ngeksigondo Berseri! SMPN 9 Yogyakarta Hidupkan Gerakan Yogyakarta Berhati Nyaman

 Jumat, 25 September 2026, ketika aktivitas pagi warga Yogyakarta mulai bergerak keluarga besar SMP Negeri 9 Yogyakarta kembali turun tangan melalui Gerakan Yogyakarta Berhati Nyam

25/09/2026 10:56 - Oleh SMP Negeri 9 Yogyakarta - Dilihat 255 kali
Ketika Wajah Jadi Kanvas, Sungai menjadi Arena - Outbound Kelas 7 2026

Siapa bilang belajar harus selalu duduk manis di dalam kelas. Selasa, 22 September 2026, siswa-siswi kelas 7 SMP Negeri 9 Yogyakarta justru memulai hari dengan sebuah petualangan seru d

22/09/2026 19:52 - Oleh SMP Negeri 9 Yogyakarta - Dilihat 417 kali
Tubuh Sehat, Pelajar Hebat! Sehat untuk Berprestasi! SMPN 9 Yogyakarta Gelar Penjaringan Kesehatan Siswa

SMP Negeri 9 Yogyakarta dan Puskesmas Kotagede I menggelar Penjaringan Kesehatan Anak Sekolah bagi siswa kelas 7, 8, dan 9 pada 21–30 September 2026. Kegiatan ini menjadi bag

21/09/2026 19:50 - Oleh SMP Negeri 9 Yogyakarta - Dilihat 266 kali
Satu Langit Spelanta, Beragam Doa, Satu Semangat Persaudaraan

Di sebuah sekolah, keberagaman tidak selalu harus dijelaskan dengan kata-kata. Kadang, keberagaman terasa begitu indah ketika setiap orang diberi ruang untuk menjalankan keyakinannya, s

14/09/2026 08:37 - Oleh SMP Negeri 9 Yogyakarta - Dilihat 260 kali
Belum Punya Hak Pilih, Tapi Sudah Belajar Memilih! Spelanta dan KPU Jogja Bangun Generasi Demokratis

Sebelum suatu hari nanti mereka berdiri di bilik suara dan menentukan pilihan sebagai warga negara, para pelajar perlu terlebih dahulu belajar tentang arti sebuah pilihan. Berangkat dar

10/09/2026 15:25 - Oleh SMP Negeri 9 Yogyakarta - Dilihat 307 kali
SMPN 9 Yogyakarta Peduli Gempa NTT

Jarak antara Yogyakarta dan Nusa Tenggara Timur memang terbentang ribuan kilometer. Namun ketika kabar duka akibat gempa bumi sampai ke hati, jarak seolah tidak lagi menjadi batas. Dari

06/09/2026 12:16 - Oleh SMP Negeri 9 Yogyakarta - Dilihat 324 kali
Setetes Air Harapan - SMPN 9 Yogyakarta Kirim Donasi Air Bersih ke Gunungkidul

Pada Rabu, 2 September 2026, keluarga besar SMP Negeri 9 Yogyakarta (Spelanta) belajar tentang arti kepedulian dengan cara yang nyata. Dari yang biasanya berjargon Kami Datang untuk Ber

04/09/2026 13:40 - Oleh SMP Negeri 9 Yogyakarta - Dilihat 377 kali