Satu Langit Spelanta, Beragam Doa, Satu Semangat Persaudaraan
Di sebuah sekolah, keberagaman tidak selalu harus dijelaskan dengan kata-kata. Kadang, keberagaman terasa begitu indah ketika setiap orang diberi ruang untuk menjalankan keyakinannya, sementara hati tetap saling menghormati. Kamis, 10 September 2026, lapangan utama SMP Negeri 9 Yogyakarta menjadi saksi hangatnya sebuah perjumpaan Afeksi Toleransi Bersama. Di bawah langit yang sama, warga Spelanta menjalankan kegiatan keagamaan dan pendalaman iman sesuai keyakinan masing-masing, namun tetap berada dalam satu semangat persaudaraan sebagai keluarga besar sekolah.

Bagi siswa Muslim, kegiatan diawali dengan Muqoddaman dan khataman Al-Qur'an bersama warga sekolah, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang dibaca bersama menghadirkan suasana khidmat dan penuh keteduhan. Sementara itu, siswa Kristiani dan Hindu mengikuti kegiatan rekoleksi dan pendalaman iman sebagai ruang untuk memperkuat pemahaman, penghayatan, dan nilai-nilai kebaikan sesuai dengan keyakinan masing-masing. Perbedaan tidak menjadi jarak, tetapi justru menjadi kesempatan untuk belajar saling menghargai.

Setelah Muqoddaman dan khataman Al-Qur'an, kegiatan bagi siswa Muslim dilanjutkan dengan kajian dan tausiyah oleh Ustadz Grendy Rezaldi dengan tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW sebagai Al-Qur'an Berjalan.” Dalam suasana yang penuh perhatian, para siswa diajak memahami bahwa mencintai Rasulullah SAW tidak cukup hanya dengan mengenang kelahirannya, tetapi juga berusaha menghadirkan akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari. Kejujuran, kasih sayang, kesabaran, kepedulian, dan sikap menghormati sesama menjadi nilai penting yang dapat diwujudkan baik di sekolah maupun di tengah masyarakat.
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa-siswi, Bapak dan Ibu Guru, serta pegawai Tata Usaha SMP Negeri 9 Yogyakarta ini menjadi pembelajaran yang bermakna tentang hubungan antara iman dan kemanusiaan. Ketika setiap warga sekolah memperdalam keyakinannya masing-masing, pada saat yang sama mereka juga belajar satu nilai yang sama: bahwa kehidupan bersama membutuhkan sikap saling menghormati, saling menjaga, dan saling memberi ruang. Dari nilai-nilai itulah toleransi tumbuh, bukan sebagai sekadar slogan, tetapi sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Afeksi Toleransi Bersama di Spelanta akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda keagamaan. Kegiatan ini menjadi gambaran bahwa sekolah dapat menjadi rumah yang hangat bagi keberagaman—tempat iman dikuatkan, akhlak ditumbuhkan, dan persaudaraan dijaga. Dari lantunan Al-Qur'an, doa-doa pendalaman iman, hingga pesan tentang akhlak Rasulullah SAW, satu harapan tumbuh bersama: beragam dalam keyakinan, kuat dalam karakter, dan bersatu dalam kemanusiaan. Karena di bawah satu langit Spelanta, boleh ada beragam doa yang dipanjatkan, tetapi semangat untuk menjadi manusia yang lebih baik selalu dapat berjalan bersama.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Jogja Punya Cerita, Spelanta Punya Budaya - Karnaval Peringatan HUT ke-270 Kota Yogyakarta 2026
Ada hari ketika sebuah kota tidak hanya dirayakan dengan angka, tetapi dengan langkah, gerak, suara, dan ingatan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Sejak dini hari Senin, 5 Okto
Satu Bangsa, Satu Pancasila - Spelanta Berdiri Tegak Memperingati Hari Kesaktian Pancasila
Pada instansi pendidikan seperti spelanta lapangan bukan sekadar menjadi tempat berkumpul. Ketika Merah Putih berkibar, barisan berdiri tegak, dan Pancasila kembali dikenang, lokasi yan
Memotret Kesiapan Belajar Kelas VII dengan Assessment General Check 2026
Pada Selasa–Rabu, 28–29 September 2026, seluruh siswa kelas VII mengikuti Assessment General Check yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpo
Spelanta Bergerak, Ngeksigondo Berseri! SMPN 9 Yogyakarta Hidupkan Gerakan Yogyakarta Berhati Nyaman
Jumat, 25 September 2026, ketika aktivitas pagi warga Yogyakarta mulai bergerak keluarga besar SMP Negeri 9 Yogyakarta kembali turun tangan melalui Gerakan Yogyakarta Berhati Nyam
Ketika Wajah Jadi Kanvas, Sungai menjadi Arena - Outbound Kelas 7 2026
Siapa bilang belajar harus selalu duduk manis di dalam kelas. Selasa, 22 September 2026, siswa-siswi kelas 7 SMP Negeri 9 Yogyakarta justru memulai hari dengan sebuah petualangan seru d
Tubuh Sehat, Pelajar Hebat! Sehat untuk Berprestasi! SMPN 9 Yogyakarta Gelar Penjaringan Kesehatan Siswa
SMP Negeri 9 Yogyakarta dan Puskesmas Kotagede I menggelar Penjaringan Kesehatan Anak Sekolah bagi siswa kelas 7, 8, dan 9 pada 21–30 September 2026. Kegiatan ini menjadi bag
Belum Punya Hak Pilih, Tapi Sudah Belajar Memilih! Spelanta dan KPU Jogja Bangun Generasi Demokratis
Sebelum suatu hari nanti mereka berdiri di bilik suara dan menentukan pilihan sebagai warga negara, para pelajar perlu terlebih dahulu belajar tentang arti sebuah pilihan. Berangkat dar
SMPN 9 Yogyakarta Peduli Gempa NTT
Jarak antara Yogyakarta dan Nusa Tenggara Timur memang terbentang ribuan kilometer. Namun ketika kabar duka akibat gempa bumi sampai ke hati, jarak seolah tidak lagi menjadi batas. Dari
Setetes Air Harapan - SMPN 9 Yogyakarta Kirim Donasi Air Bersih ke Gunungkidul
Pada Rabu, 2 September 2026, keluarga besar SMP Negeri 9 Yogyakarta (Spelanta) belajar tentang arti kepedulian dengan cara yang nyata. Dari yang biasanya berjargon Kami Datang untuk Ber
Di Bawah Langit Kotagede, Semangat Keistimewaan Yogyakarta Berkibar di SMPN 9 Yogyakarta
Ada sesuatu yang selalu istimewa dari Yogyakarta. Bukan hanya tentang keraton, tradisi, bahasa, atau warisan budayanya, tetapi tentang nilai-nilai yang terus hidup dan diwariska